Jeddah – Tinjau kepulangan 351 Tenaga Kerja Indonesia Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar di terminal Barat Bandara King Abdul Aziz (KAA), Jeddah.
Muhaiam yang datang ersama Istri dan di temani oleh Menteri Agama, Suryadarma Ali, dubes RI di Arab Saudi, gatot Abdullah Mansyur, dan Konjen RI di Jeddah, Zakaria Anshar, pada Minggu (30/10) sore.
“Alhamdulillah kita sudah berhasil koordinasikan seluruh instansi, kementerian dengan Kemenlu dan Kemenag, sehingga dapat memulangkan sekitar 3.000 TKI yang overstayer dan yang melalui pesawat haji ini sudah hampir 2.000 TKI,” papar pria yang akrab disapa Cak Imin.
Ditegaskan oleh Menteri yang juga Ketua Umum PKB ini, kali ini adalah pemulangan TKI dengan pesawat angkut jamaah haji secara kolektif yang dilakukan pemerintah secara gratis.
“Kali ini tuntas, tidak ada lagi pemulangan TKI dengan pesawat angkut jamaah haji secara kolektif. Semua TKI yang overstayer di sini diharap dapat mengerti bahwa pemulangan 6 kloter kali ini adalah yang terakhir dan kami tidak akan mengulanginya lagi,” tegasnya.
Karenanya, semua TKI yang akan bekerja di arab Saudi diharuskan menggunakan dokumen resmi untuk masuk sebagai tenaga kerja. Cak Imin berharap masa moratorium ini dapat digunakan guna pembenahan kepada semua pihak, termasuk petugas di PJTKI, dan mekanisme perekrutan yang akan dibenahi secara total.
“Selama masa moratorium ini akan dijadikan sarana pembenahan agar tidak muncul lagi TKI overstayer atapun problem berikutnya,” tuturnya.
Pada hari ini, Minggu 30 Oktober diberangkatkan sebanyak 351 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) overstayer melalui bandara King Abdul Azis, Jeddah. Mereka menumpang pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA 9292, berangkat pukul 16.30 waktu Arab Saudi dan diperkirakan tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada hari Senin 31 Oktober pukul 05.45 WIB.
351 TKI adalah 345 orang wanita, 1 laki-laki dewasa, 3 anak kecil, dan 1 orang bayi. Mereka merupakan bagian dari 1.600 TKI/WNI overstayer yang akan dipulangkan pada kali ini. 1.600 TKI/WNI tersebut akan dipulangkan dalam lima kloter, 1 kloter pada 30 Oktober dan 4 kloter lainnya Senin 31 Oktober.
Awalnya jumlah TKI/WNI overstayer sebanyak 3.000 lebih dan berkumpul di gedung wakaf Ain Aziziyah atau dikenal Madinatul Hujjaj. Mereka akan dipulangkan dalam 10 kloter, ternyata sebagian sudah dipulangkan terlebih dahulu, sehingga jumlah mereka berkurang.
Februari– Maret 2011 lalu, Pemerintah Indonesia telah memulangkan TKI/WNI Bermasalah dalam 6 kloter dengan jumlah 2079 orang. Sedangkan pada akhir April, Pemerintah memulangkan 2349 orang dengan Kapal Motor Labobar, milik PT. Pelni.
Dalam periode Januari s/d 30 Oktober 2011, tercatat sebanyak 17.635 WNI/TKI bermasalah telah dipulangkan ke Indonesia. Atas pelanggaran izin tinggal dan keimigrasian, mereka tidak diperbolehkan masuk kembali ke Arab Saudi dalam jangka waktu 5 tahun.
Pemerintah Arab Saudi sejauh ini telah memberikan shelter secara gratis kepada WNI overstayer di MH, sedangkan negara-negara lain seperti Sudan, Mesir, Filipina dan Sri Lanka dikenakan biaya sewa.
Dalam berbagai kesempatan, Dirjen Kemlu Arab Saudi cabang Mekkah, Ambassador Muhammad Ahmad Thayeb, menyampaikan bahwa setelah pemulangan massal WNI kali ini, Pemerintah Arab Saudi tidak lagi menyediakan penampungan dan tiket gratis bagi WNI overstayer. (lie berbagai seumber)