Dewan Pengurus Pusat
Partai Kebangkitan Bangsa

FDS Bukan Jawaban Tepat Pembangunan Karakter

Berita Daerah
FDS Bukan Jawaban Tepat Pembangunan Karakter

PKBNews - PENAMBAHAN jam pelajaran atau full day school (FDS) yang digulirkan Menteri Pendidikan Muhajir Effendi bukan jawaban pembenahan karakter anak bangsa. Kebijakan FDS justru memberatkan siswa secara fisik maupun psikis.

"Penambahan jam pelajaran bukan jawaban pembangunan karakter atau character building. Justru FDS membebani siswa secara fisik maupun psikis," ujar Wakil Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pandeglang, Kumaedi, Jumat (11/8/2017).

Menurut Kumaedi, pihaknya telah melakukan survei kecil-kecilan terhadap beberapa siswa, orangtua murid dan pihak penyelenggara sekolah dengan pertanyaan apakah menambah jam belajar anak menjadi delapan jam bisa membentuk karakter. Jawaban yang diberikan sangat mencengangkan, pembentukan karakter tidak cukup hanya menambah jam pelajaran dan mata pelajaran.

"Justru perlu aspek lain yang dapat mendorong perubahan karakter siswa. Salah satunya komunikasi intensif. Atas fakta ini, pemerintah harus mengkaji ulang kebijakan tersebut. Kasihan para siswa kelelahan dan harus memaksakan belajar full seharian, atau batalkan itu lebih baik," ucapnya.

Soal pembentukan karakter, tutur Kumaedi, serahkan saja kepada orangtua siswa, keluarga, lingkungan sosial, pondok pesantren dan madrasah diniyyah.

"Orangtua harus bertanggungjawab pada anaknya untuk terus menerapkan etika moral dalam bentuk pengajian dan langsung dari orangtua. Atau pemerintah menghidupkan kembali pelajaran dengan nilai-nilai moral serta mewajibkan anak didik untuk mengikuti kegiatan pesantren kalong atau pendidikan yang berkaitan dengan nilai agama," katanya.

Kumaedi mengingatkan, jika siswa dipaksa maka hasilnya akan menjadi stress, cepat lelah, tidak fokus dan ujung-ujungnya malas belajar.

"Saya sudah beberapa kali mengadakan workshop di tiap-tiap sekolah untuk membentuk karakter siswa lebih bermoral, jika diperlukan pada jam ekstrakurikuler, nah kenapa tidak para guru juga meminta untuk workshop di sekolah yang berkaitan dengam moral di luar jam pelajaran, ternyata siswa lebih bersemangat dan terhibur dengan adanya selingan seperti itu agar siswa tidak stres dan bosan,” ucapnya.

Rekomendasi untuk dibaca